Beberapa Hal Yang Dinanti Di Laga Indonesia Vs Thailand

Beberapa Hal Yang Dinanti Di Laga Indonesia Vs Thailand

Indonesia dan Thailand akan bentrok untuk kali kedua pada AFF Suzuki Cup 2016, dengan gengsi yang jauh berbeda. Enam tahun penantian tim nasional Indonesia untuk merasakan kembali atmosfer AFF Suzuki Cup 2010, ketika menjadi tuan rumah, kini kembali bisa dirasakan pada gelaran ke-20 kejuaraan antarnegara Asia Tenggara ini.

Penuh drama dan menguras emosi, begitulah gambaran perjalanan timnas Indonesia yang dibekali sanksi setengah tahun FIFA dan persiapan minim ini. Thailand benar-benar jadi puncak ujian mereka, sebagaimana tim juara bertahan akan menantang di final.

Laga leg pertama akan digelar di Stadion Pakansari, Rabu (14/12) malam. Stadion yang juga kandang PS TNI itu sudah pasti penuh, bergemuruh layaknya 2010 ketika akhirnya harus kalah dari Malaysia setelah diagung-agungkan.

Menyambut laga final esok, Goal Indonesia pun coba merangkum hal apa saja yang diharapkan dari laga klasik Asia Tenggara (sebenarnya) ini.

Pada leg kedua semi-final AFF Suzuki Cup 2016, antara Vietnam kontra Indonesia, sosok paling memesona dari tim Garuda ada di lini belakang. Ia adalah Fachruddin Wahyudi, yang selalu membuat frustrasi lini serang Vietnam saat itu.

Berdasarkan data Opta, bek Sriwijaya FC ini memenangkan 100 persen duel udara dan melakukan lima intersepsi. 50 persen tekel yang dilakukan pemain asal Klaten tersebut sukses dan yang sensasional, ia melakukan 22 sapuan di laga tersebut.

Sejauh turnamen, belum ada kesalahan elementer yang dilakukan oleh Fachruddin. Layaknya pemain lain yang menghuni skuat timnas Indonesia saat ini, ia penuh daya juang dan performanya terus membaik. Mari berharap puncaknya saat final kontra Thailand.

Sedikit demi sedikit mulai terungkap bagaimana cara main yang bisa merepotkan Thailand. Dan, Alfred Riedl nampaknya sudah mulai menyadari itu setelah paruh kedua pertandingan pembuka fase grup kemarin, yang berakhir 4-2 untuk Thailand.

Thailand yang punya modal pemain cepat, agresif dalam menyerang dan menang kualitas secara individu atas Indonesia tak begitu tangguh mengantisipasi bola lambung dan serangan balik. Dua gol yang dijaringkan timnas Indonesia sendiri lahir dari umpan silang yang diselesaikan dengan sundulan Boaz Solossa lalu kemudian Lerby Eliandry.

Riedl pun sempat menyatakan bahwa Myanmar coba mengeksplorasi kelemahan Thailand, hanya saja pengalaman para pemain White Angels tak cukup sehingga banyak peluang yang mereka dapat tak berbuah menjadi gol.

Kiatisuk Senamuang, pelatih Thailand, tak menampik bahwa duel udara dan bola lambung adalah hal yang dihindari tim mereka karena alasan postur tubuh. Sementara dua bek sayap kerap jadi titik lemah karena terlalu rajin melakuan penetrasi dan membuka ruang untuk serangan balik.

“Saya ketagihan mencetak gol, lawan Thailand saya ingin melakukannya lagi,” itu yang diungkapkan Stefano Lilipaly ketika menjawab pertanyaan jurnalis asal Australia, usai timnas Indonesia memastikan tiket ke final AFF Suzuki Cup dengan menahan imbang Vietnam, di Stadion My Dinh.

Layaknya Irfan Bachdim enam tahun lalu, Fano jadi idola baru publik Tanah Air. Kontribusinya cukup nyata untuk tim Garuda, terutama kerap jadi man in the moment seperti saat mencetak gol ke gawang Singapura dan juga Vietnam.

Final SEA Games tiga tahun lalu di Myanmar merupakan pertemuan terakhir kedua tim di partai penentuan juara. Semoga Anda masih ingat bagaimana timnas Indonesia U-23 kalah dari Thailand U-23 pada partai grup, 4-1.

Kedua tim pun akhirnya kembali bertemu pada final, penampilan timnas U-23 membaik namun Thailand U-23 tetap keluar sebagai juara berkat gol semata wayang Sarawut Masuk. Generasi emas Thailand sendiri dimulai dari turnamen itu.

Mayoritas nama jebolan SEA Games 2013 menjadi andalan Kiatisuk Senamuang saat ini, yang paling mentereng seperti Chanathip Songkrasin, Theerathon Bunmathan, Sarawut Masuk hingga gelandang berdarah Swiss, Charyl Chappuis.

Untuk timnas Indonesia, ada Andik Vermansah, Bayu Gatra, Kurnia Meiga, Andritany Ardhiyasa dan Manahati Lestusen yang terlibat pada bagian skuat timnas U-23, tiga tahun lalu.

Kejutan, tentu selalu jadi hal yang dinanti siapa saja meski sebenarnya relatif. Timnas Indonesia mampu membekap Thailand tentu jadi kejutan yang diharapkan seisi Stadion Pakansari.

Muchlis Hadi menggantikan Boaz Solossa dan mencetak gol kemenangan jelas jadi kejutan yang besar. Alfred Riedl memainkan Manahati Lestusen, Fachruddin dan Hansamu Yama sebagai bek mungkin jadi kejutan yang sudah bisa diduga.

Namun, timnas Indonesia sudah bisa melangkah sejauh ini sudah jadi sebuah kejutan, bukan?

Dapatkan Bonus Deposit 10% Khusus NEW MEMBER Sekarang Juga
Dapatkan Bonus Deposit 10% Khusus NEW MEMBER Sekarang Juga

Dapatkan Bonus Berlimpah hanya di www.ibet57,com / .net / .info

Dapatkan PROMO BONUS DEPOSIT SPORTSBOOK 10 %

Dapatkan PROMO BONUS CASHBACK SPORTSBOOK 5%

Dapatkan PROMO BONUS ROLLINGAN LIVE CASINO 1%

Dapatkan PROMO BONUS ROLLINGAN SPORTSBOOK 0.25%

I B E T  5 7 

WEBSITE BETTING ONLINE SBOBET BOLA DAN LIVE CASINO TERPERCAYA

DEPOSIT > MAINKAN > WITHDRAW HASIL KEMENANGAN ANDA !!!

HUBUNGI KAMI UNTUK MENDAPATKAN USER ID ANDA SEKARANG JUGA
PELAYANAN CUSTOMER SERVICE 24 JAM RAMAH & TERBAIK !!
PIN BBM : 7BB2BCF5
LINE OFFICIAL: @VMM1984I
LINE CS : IBET57
YAHOO : CS.IBET57@YAHOO.COM
LIVE CHAT : WWW.IBET57,COM / .NET / .INFO

Dapatkan Bonus Deposit 10% + Bonus Cashback 5% Setiap Minggunya
Dapatkan Bonus Deposit 10% + Bonus Cashback 5% Setiap Minggunya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *